Makna Cinta Perspektif Jalaluddin Rumi dan Relevansinya dengan Pencarian Makna Hidup di Era Modern

Authors

  • Ahmad Diaz Syahrezyah Makmur Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.64367/m-jpi.v7i1.61

Keywords:

Jalaluddin Rumi, Meaning of love, Modern World

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi pemikiran Jalaluddin Rumi mengenai hubungan antara manusia dan Tuhan serta relevansinya dalam konteks modern. Rumi, seorang sufi terkenal dari abad ke-13, melihat hubungan ini sebagai perjalanan cinta yang mendalam. Ia mengemukakan konsep kesatuan ilahi, cinta universal, dan transformasi spiritual yang dicapai melalui introspeksi, refleksi diri, dan tindakan kebaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian sastra dengan mengumpulkan artikel jurnal, buku, dan dokumen lain yang membahas teori dan informasi terkait. Metode yang diterapkan adalah analisis konten dari karya-karya yang relevan. Dalam konteks saat ini, ajaran Rumi memberikan solusi untuk tantangan seperti keterasingan, materialisme, dan konflik sosial. Cinta dalam pemikiran Rumi berfungsi sebagai kekuatan transformatif yang melampaui batasan manusiawi, mendorong keharmonisan, dan memperkuat hubungan spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan ajaran Rumi, individu dapat menemukan kedamaian batin, kebahagiaan sejati, dan makna hidup yang lebih dalam menghadapi tantangan modern.

References

Andi Wahyu Aliffudin, ‘Konsep Cinta: Studi Komparasi Antara Pemikiran Jalaluddin Rumi Dan Erich Fromm’, 2021, 1–87

Assyakurrohim, Dimas, Dewa Ikhram, Rusdy A Sirodj, and Muhammad Win Afgani, ‘Case Study Method in Qualitative Research’, Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3.01 (2022), 1–9

Azizunisak Hidayati Wahyuna, Moh. Toriqul Chaer, ‘Telaah Konsep Kecerdasan Spiritual Anak Jalaludin Rahmat’, SELING: Jurnal Program Studi PGRA, 6.1 (2020), 1–9

Chakim, Mohammad Lukman, and Muhammad Habib Adi Putra, ‘Studi Perjumpaan Aliran Mistik Kejawen Dan Mistik Islam’, Spiritualita, 7.2 (2023), 112–24 <https://doi.org/10.30762/spiritualita.v7i2.1356>

Fadli, Muhammad Rijal, ‘Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif’, Humanika, 21.1 (2021), 33–54 <https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075>

Gani, A, ‘Pendekatan Sufistik Dalam Pendidikan Islam Berwawasan Perdamaian’, AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 23.2 (2018), 377 <https://doi.org/10.32332/akademika.v23i2.1239>

Gray, Billy, ‘Rumi, Sufi Spirituality and the Teacher–Disciple Relationship in Eli Shafak’s the Forty Rules of Love’, Scripta Instituti Donneriani Aboensis, 29 (2020), 124–46 <https://doi.org/10.30674/scripta.84280>

Hambali, Yoyo, and Siti Asiah, ‘Eksistensi Manusia Dalam Filsafat Pendidikan: Studi Komparatif Filsafat Barat Dan Filsafat Islam’, Turats, 7.1 (2011), 41–56

Hassan, Mohamed, and Taqih The, ‘ﻲﺑﺮﻌﻟﺍ Jalal Al-Din Al-Roumi ’ s Literary Status in Arab Society’

Heriyanti, Komang, ‘Humanisme Dalam Ajaran Konfusianisme’, Jurnal Filsafat Agama Hindu, 12.1 (2021), 56–66

HM, Ely Manizar, ‘Mengelola Kecerdasan Emosi’, Tadbir, II.2 (2016), 1–16

Jurnal, Cognitive, Pendidikan Dan, Mahasiswa Pascasarjana, Institut Agama, and Islam Negeri, ‘PEMIKIRAN PADA BIDANG SUFI DAN TARIKAT DAN PENDIDIKAN ISLAM’, 1686

Kenjiro Uemura, ‘The Fourth Meaning in Life: With a Discussion of What Viktor E. Frankl Calls Meaning’, Philosophy Study, 8.6 (2018), 288–97 <https://doi.org/10.17265/2159-5313/2018.06.005>

Keraf, A. Sonny, Filsafat Lingkungan Hidup: Alam Sebagai Sebuah Sistem Kehidupan, ed. by Sinubyo (Daerah Istimewa Yokyakarta: PT KANISIIUS, 2014)

Landau, Iddo, ‘Viktor Frankl on All People’s Freedom to Find Their Lives Meaningful’, Human Affairs, 29.4 (2019), 379–86 <https://doi.org/10.1515/humaff-2019-0032>

Muhammad, Imran, ‘Moralitas Dalam Perjalanan Sejarah Islam’, MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 10.4 (2020), 715–25

Muizzuddin, M., Ahmad Zaenuri, and Saeful Anam, ‘Islamic Education and Value Analysis of Religious Moderation in Jalaluddin Rumi’s Sufi Order’, Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 7.1 (2024), 38–57 <https://doi.org/10.33367/ijies.v7i1.5288>

Muqoddas, Muhammad Fahmi, ‘Konsep Ego Manusia Menurut Iqbal: Sebuah Dialektika Pemikiran Filsafat Manusia’, Jurnal Filsafat, 1996, 38–52

Rajudin, ‘Mencari Makna Hidup Agar Lebih Bermakna’, Kanwilkalsel, 2017 <https://kalsel.kemenag.go.id/opini/600/Mencari-Makna-Hidup-Agar-Lebih>

Ridwan, Muannif, Suhar AM, Bahrul Ulum, and Fauzi Muhammad, ‘Pentingnya Penerapan Literature Review Pada Penelitian Ilmiah’, Jurnal Masohi, 2.1 (2021), 42 <https://doi.org/10.36339/jmas.v2i1.427>

Rusandi, and Muhammad Rusli, ‘Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif Dan Studi Kasus’, Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2.1 (2021), 48–60 <https://doi.org/10.55623/au.v2i1.18>

Sujarwoko, Sujarwoko, ‘Ekspresi Sufistik Pemanfaatan Bentuk Di Kuntowijoyo’, Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 2.2 (2018), 48–55 <https://doi.org/10.29407/jbsp.v2i2.14552>

Taufik, Muhammad, ‘ETIKA HAMKA Konteks Pembangunan Moral Bangsa Indonesia’, Refleksi Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 21.2 (2022), 165–90 <https://doi.org/10.14421/ref.v21i2.3125>

Toker, Alpaslan, ‘Love as Reflected in the Poetry of Jalaluddin Rumi and Yunus Emre’, 15.2 (2024), 177–93 <https://doi.org/10.5281/zenodo.13948994>

Tong, Stephen, ‘Manusia: Peta Dan Teladan Allah Part 4’, Pillar, Part 12, 2007, 1–16

Wikipedia, ‘Jalaluddin Rumi’ <https://id.wikipedia.org/wiki/Jalaluddin_Rumi>

Downloads

Published

2026-01-20

How to Cite

Makmur, A. D. S. (2026). Makna Cinta Perspektif Jalaluddin Rumi dan Relevansinya dengan Pencarian Makna Hidup di Era Modern. Mazalat: Jurnal Pemikiran Islam, 7(1), 22–35. https://doi.org/10.64367/m-jpi.v7i1.61