Relasi Akal dan Wahyu dalam Pandangan Muktazilah

Authors

  • Muhammad Japri Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Nurlaelah Abbas Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Mahmuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.64367/m-jpi.v7i1.128

Keywords:

Mu'tazila, Islamic Theology, Reason, Revelation, Rationality

Abstract

Perdebatan mengenai hubungan antara akal dan wahyu merupakan isu sentral dalam teologi Islam yang melahirkan berbagai aliran, salah satunya adalah Muktazilah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah dan prinsip aliran Muktazilah, serta menganalisis pandangannya terhadap kedudukan akal, fungsi wahyu, dan hubungan antara keduanya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologis-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muktazilah menempatkan akal pada posisi yang sangat tinggi sebagai sumber pengetahuan utama untuk mengenal Tuhan dan membedakan baik-buruk sebelum datangnya wahyu. Wahyu dipandang sebagai konfirmasi ilahi yang berfungsi membimbing akal dan menjelaskan perincian hukum syariat yang tidak dapat dijangkau oleh rasio semata. Hubungan antara akal dan wahyu dalam teologi Muktazilah bersifat komplementer dan harmonis; akal adalah dasar epistemologis, sedangkan wahyu adalah petunjuk yang menjaga akal agar tetap dalam koridor kebenaran ilahi.

References

Abbas, Nurlaelah. Ilmu Kalam: Sebuah Pengantar. Makassar: UIN Alauddin Makassar, 2014.

Amir, Ahmad Nabil, and Tasmin Abdul Rahman. “Dynamics of Muktazilah Theological Thought.” Asketik: A Journal of Religion and Social Change 9, no. 1 (2025): 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.30762/asketik.v9i1.2624.

Burhanuddin, Nunu. Ilmu Kalam, Dari Tauhid Menuju Keadilan. Jakarta: Prenadamedia Group, 2016.

Dafirsam, and Nunu Burhanuddin. “Sumbangsih Pemikiran Muktazilah Di Indonesia.” MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al-Quran Dan Hadis 3, no. 3 (2023).

Febrianti Putri, Dinda, Izzatul Munawwaroh, and Febriyanti Ghoyatul Qushwa. “Kontekstualisasi Akal Dan Wahyu: Pemikiran Tafsir Mu’tazilah Dalam Peradaban Islam.” Spectrum: Journal of Islamic Studies 1, no. No.01 (2025): 46–60. https://doi.org/https://doi.org/10.61987/sis.v1i1.000.

Firman, and Mohammad Yahya. “Perbandingan Aliran Muktazilah, Murjiah Dan Asy’Ariyah Tentang Posisi Akal Dan Wahyu.” Ajie: Al-Gazali Journal Of Islamic Educarion 1, no. 1 (July 4, 2022): 1–28. https://doi.org/10.21092/a.ajie.v1i1.xxxx.

Hasbi, Muhammad. Ilmu Kalam: Memotret Berbagai Aliran Teologi Dalam Islam. Yogyakarta: Trustmedia Publishing, 2015.

Hasibuan, Ishak. “Teologi Pemikiran Klasik Mu’tazilah Dan Murji’ah.” Ability: Journal of Education and Social Analysis, 2021, 52–64. https://doi.org/10.51178/jesa.v2i3.218.

Jamaluddin, and Shabri Shaleh Anwar. Ilmu Kalam ‘Khazanah Intelektual Pemikiran Dalam Islam.’ Indragiri Hilir: PT. Indragiri Dot Com, 2020.

Kazuko, Shiojiri. “Reason and Revealed Law in Mu’tazilite Ethics.” Journal of Islamic Ethics Studies (Tokyo), 1985.

Madi, Faisol Nasar Bin. Ilmu Kalam. Jember: IAIN Jember Press, 2015.

Muhyidin, and Nasihin. “Rasionalitas Teologi Mu’tazilah.” Ummul Qura: Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 15, no. 2 (2020): 77–85. https://doi.org/10.55352/uq.v15i2.157.

Muktafi. Tauhid Dan Pemikiran Kalam. Yogyakarta: CV. Istana Agency, 2024.

Nasution, Harun. Teologi Islam, Aliran Aliran, Sejarah Analisi Perbandingan. Jakarta: UI Press, 2016.

Ni’mah, Siar, Andi Aderus, and Barsihannor. “Peranan Akal Dan Wahyu Dalam Pemikiran Islam.” Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf 10, no. 1 (2024): 89–103. https://doi.org/10.53429/spiritualis.v10i1.859.

Riduan, Ahmad, Zainap Hartati, and Muhammad Nasir. “Mu’tazilah Di Era Modern: Kajian Konsep Keadilan, Kebebasan, Dan Rasionalitas Dalam Pemikiran Islam.” Jurnal Studi Islam Dan Kemuhammadiyahan (JASIKA) 5, no. 1 (2025): 37–53. https://doi.org/10.18196/jasika.v5i1.155.

Sukiman. Tauhid Ilmu Kalam ‘Dari Aspek Aqidah Menuju Pemikiran Teologi Islam.’ Medan: Perdana Publishing, 2021.

Surya, Reynaldi Adi. “Kedudukan Akal Dalam Islam: Perdebatan Antara Mazhab Rasional Dan Tradisional Islam.” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin 1, no. 1 (2020): 1–21. https://doi.org/10.15408/ushuluna.v1i1.15329.

Syarifudin, Achmad. Pemikiran Islam : (Tauhid Dan Ilmu Kalam). Palembang: Noerfikri Offset, 2015.

Zulhelmi. “Epistemologi Pemikiran Mu’tazilah dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Pemikiran Islam di Indonesia.” Jurnal Intizar 20, no. 1 (March 23, 2016): 1–16. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/420.

Downloads

Published

2026-01-20

How to Cite

Muhammad Japri, Abbas, N., & Mahmuddin. (2026). Relasi Akal dan Wahyu dalam Pandangan Muktazilah. Mazalat: Jurnal Pemikiran Islam, 7(1), 52–70. https://doi.org/10.64367/m-jpi.v7i1.128